Minggu, 24 Maret 2013

Penguatan

-Kelompok 2

Teori penguatan atau reinforcement theory of motivation dikemukakan oleh Burrhus Frederic Skinner (1904-1990).



Pandangan yang dikemukakan menyatakan bahwa perilaku individu merupakan fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya, yaitu rangsangan – respon – konsekuensi. Teori ini dikemukakan oleh B.F. Skinner berdasarkan atas semacam hukum pengaruh, dimana tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak untuk diulang. Teori ini memiliki fokus sepenuhnya pada apa yang terjadi pada seorang individu ketika ia bertindak. Namun tidak fokus pada penyebab perilaku karena teori ini hanya berpusat pada apa yang terjadi pada individu ketika ia melakukan tindakan. Lingkungan eksternal organisasi juga dapat mempengaruhi motivasi sehingga sebaiknya dirancang secara efektif dan positif.


Contoh konkret pada Dunia IT
rangsangan – respons —  konsekuensi
  • Rangsangan : Pembuatan proyek dengan waktu yang sudah ditentukan.
  • Respons : Dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Konsekuensi : Lembur atau dana dipotong sesuai perjanjian.

Proses Pembelajaran
Pada saat mendapatkan sebuah proyek yang merupakan sebuah rangsangan, kita akan melakukan respons berupa melaksanakan proyek. Terkadang pelaksanaan proyek bisa membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang telah direncanakan, oleh karena itu terdapat konsekuensinya yang berupa lembur atau dana proyek yang akan dipotong sesuai dengan perjanjian. Pada kondisi ini terdapat konsekuensi negatif yang tidak akan cenderung diulang yaitu berupa kerja lembur atau pemotongan dana sesuai perjanjian, sementara konsekuensi positif yang akan cenderung diulang berupa melaksanakan proyek dengan penggunaan waktu yang tepat dan efisien pada masa yang akan datang. 

-Sumber :



-Testimoni


Teori penguatan dikemukakan oleh beberapa tokoh salah satunya B. F. Skinner. Teori penguatan atau reinforcement theory of motivation mengemukakan bahwa perilaku yang dilakukan oleh individu merupakan fungsi dari konsekuensi – konsekuensinya, yaitu rangsangan – respon – konsekuensi. Teori ini dikemukakan berdasarkan atas semacam hukum pengaruh ,dimana tingkah laku dengan konsekuensi positif akan cenderung untuk diulang, sementara konsekuensi negatif akan cenderung untuk tidak diulang. Teori ini tidak fokus pada penyebab perilaku melainkan fokus sepenuhnya pada saat tindakan dilakukan oleh individu. Lingkungan juga dapat mempengaruhi motivasi, sebaiknya motivasi direncanakan secara efektif dan positif. 

Penguat merupakan proses di mana stimulus meningkatkan kemungkinan bahwa perilaku terdahulu akan terulang. Penguat juga merupakan kemungkinan bahwa suatu perilaku akan terjadi lagi. Stimulus dapat bertindak sebagai penguat contohnya bonus, mainan, dan nilai bagus. Cara untuk mengetahui apakah stimulus merupakan penguat adalah dengan melakukan observasi apakah frekuensi dari perilaku yang sebelumnya terjadi meningkat setelah pemunculan stimulus tersebut. Penguat primer memuaskan kebutuhan biologis dan penguat sekunder efektif karena asosiasi sebelumnya dengan penguat primer.

Teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku di masa yang lalu mempengaruhi tindakan di masa datang dalam suatu siklus proses belajar. Dalam pandangan teori ini jika seseorang individu berperilaku tertentu dan diikuti oleh konsekuensi yang menyenangkan maka perilaku tersebut cenderung akan diulangi, dan sebaliknya jika suatu perilaku tertentu menghasilkan konsekuensi negatif, maka perilaku ini cenderung tidak akan diulang di masa datang.


0 komentar:

Posting Komentar